Showing posts with label komputer terapan. Show all posts
Showing posts with label komputer terapan. Show all posts

Monday, 1 December 2014

RS 232

Serial RS232 kabel pinout

Serial RS232 tata letak kabel

Hampir tidak ada di antarmuka komputer yang lebih membingungkan daripada memilih hak RS232 kabel serial. Halaman ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kabel serial RS232 yang paling umum digunakan komputer biasa, atau dalam bahasa yang lebih umum "Bagaimana cara menghubungkan perangkat dan komputer menggunakan RS232?"

RS232 konektor serial tugas pin

Konektor RS232 awalnya dikembangkan untuk menggunakan 25 pin. Dalam konektor DB25 ini ketentuan pinout dibuat untuk saluran komunikasi serial RS232 sekunder. Dalam prakteknya, hanya satu saluran komunikasi serial disertai handshaking hadir. Hanya sedikit komputer telah diproduksi di mana kedua saluran serial RS232 diimplementasikan. Contoh ini adalah Matahari SPARCStation 10 dan 20 model dan Desember Alpha Multia. Juga pada sejumlah Telebit model modem saluran sekunder hadir. Hal ini dapat digunakan untuk query status modem sementara modem adalah on-line dan berkomunikasi sibuk. Pada komputer pribadi, versi DB9 kecil lebih sering digunakan saat ini. Diagram menunjukkan sinyal umum untuk kedua jenis konektor hitam. Pin pasti hanya hadir pada konektor yang lebih besar ditampilkan dalam warna merah. Perhatikan, bahwa tanah pelindung ditugaskan untuk pin di konektor besar di mana konektor luar digunakan untuk tujuan dengan versi konektor DB9.
Pinout ini juga ditampilkan untuk Desember dimodifikasi jack modular. Jenis konektor telah digunakan pada sistem yang dibangun oleh Digital Equipment Corporation; pada hari-hari awal salah satu pemimpin di dunia mainframe. Meskipun interface serial ini adalah diferensial (menerima dan mengirimkan memiliki tingkat mereka sendiri mengambang tanah yang tidak terjadi dengan RS232 biasa) adalah mungkin untuk menghubungkan RS232 perangkat yang kompatibel dengan antarmuka ini karena kadar tegangan aliran bit berada dalam kisaran yang sama . Dimana definisi RS232 difokuskan pada koneksi DTE, peralatan terminal data (komputer, printer, dll) dengan DCE, peralatan komunikasi data (modem), MMJ terutama didefinisikan untuk sambungan dari dua DTE langsung.
RS232 DB9 pinout
RS232 DB9 pin tugas
Desember MMJ pinout
Desember MMJ tugas pin
RS232 DB25 pinout
RS232 DB25 pin assigment

RS232 DB25 ke DB9 converter

The pinout asli untuk RS232 dikembangkan untuk 25 pin konektor D sub. Sejak diperkenalkannya port serial yang lebih kecil pada IBM-AT, 9 pin konektor RS232 yang umum digunakan. Dalam aplikasi campuran, 9 sampai dengan 25 pin converter dapat digunakan untuk menghubungkan konektor ukuran yang berbeda. Karena sebagian besar komputer yang dilengkapi dengan DB9 versi port serial, semua contoh kabel di website ini akan menggunakan konektor yang sebagai default. Jika Anda ingin menggunakan contoh dengan DB25, cukup mengganti nomor pin konektor sesuai dengan tabel konversi di bawah ini.
RS232 DB9 ke DB25 converter
RS232 DB9 ke DB25 converter
DB9 - Konversi DB25
DB9 DB25 Fungsi
1 8 Pembawa data yang mendeteksi
2 3 Menerima data
3 2 Mengirimkan data
4 20 Data terminal siap
5 7 Sinyal ground
6 6 Data set siap
7 4 Permintaan untuk mengirim
8 5 Jelas untuk mengirim
9 22 Indikator cincin

RS232 colokan tes loopback seri

Konektor RS232 berikut dapat digunakan untuk menguji port serial pada komputer Anda. Data dan jabat tangan garis telah dikaitkan. Dengan cara ini semua data akan dikirim kembali segera. PC mengendalikan handshaking sendiri. Plug tes pertama dapat digunakan untuk memeriksa fungsi port serial RS232 dengan software terminal standar. Versi kedua dapat digunakan untuk menguji fungsionalitas penuh dari port serial RS232 dengan Norton Diagnostics atau CheckIt.
RS232 steker tes loopback untuk perangkat lunak emulasi terminal
Konektor loopback RS232 DB9Konektor loopback RS232 DB25
DB9 DB25 Fungsi
1 + 4 + 6 6 + 8 + 20 DTR CD + DSR
2 + 3 2 + 3 Tx Rx
7 + 8 4 + 5 RTS CTS
RS232 steker tes loopback untuk Norton Diagnostics dan CheckIt
Konektor DB9 loopback RS232 (Norton / CheckIt)Konektor loopback RS232 DB25 (Norton / Checkit)
DB9 DB25 Fungsi
1 + 4 + 6 + 9 6 + 8 + 20 + 22 DTR CD + DSR + RI
2 + 3 2 + 3 Tx Rx
7 + 8 4 + 5 RTS CTS
Pengujian terjadi dalam beberapa langkah. Data dikirim pada baris Tx dan informasi yang diterima pada input Rx kemudian dibandingkan dengan data asli. Tingkat sinyal pada DTR dan RTS baris juga dikendalikan oleh perangkat lunak pengujian dan input terpasang dibaca kembali perangkat lunak untuk melihat apakah tingkat sinyal tersebut dikembalikan dengan baik. Kedua pasang uji RS232 memiliki keuntungan bahwa cincin-indikator input garis RI juga dapat diuji. Masukan ini digunakan oleh modem untuk sinyal panggilan masuk ke komputer yang terpasang.

RS232 kabel modem null

Cara termudah untuk menghubungkan dua PC menggunakan kabel RS232 null modem. Satu-satunya masalah adalah berbagai macam kabel modem RS232 nol yang tersedia. Untuk koneksi sederhana, tiga jalur kabel RS232 menghubungkan sinyal tanah dan menerima dan mengirimkan jalur sudah cukup. Tergantung dari perangkat lunak yang digunakan, semacam handshaking mungkin namun diperlukan. Gunakan RS232 nol meja pemilihan modem untuk menemukan kabel modem null yang tepat untuk masing-masing tujuan. Untuk Windows 95/98 / ME sambungan kabel langsung, kabel modem RS232 nol dengan loop kembali handshaking adalah pilihan yang baik. RS232 kabel modem null dengan handshaking dapat didefinisikan dalam berbagai cara, dengan loopback handshaking untuk setiap PC, atau handshaking lengkap antara dua sistem. Jenis kabel modem null paling umum yang ditampilkan di sini.
Sederhana modem RS232 nol tanpa handshaking ( penjelasan modem Null )
Sederhana modem RS232 nol tanpa handshaking
Konektor 1 Konektor 2 Fungsi
2 3 Rx Tx
3 2 Tx Rx
5 5 Sinyal ground
RS232 null modem dengan loop kembali handshaking ( penjelasan modem Null )
RS232 null modem dengan loop kembali handshaking
Konektor 1 Konektor 2 Fungsi
2 3 Rx Tx
3 2 Tx Rx
5 5 Sinyal ground
1 + 4 + 6 - DTR CD + DSR
- 1 + 4 + 6 DTR CD + DSR
7 + 8 - RTS CTS
- 7 + 8 RTS CTS
RS232 null modem dengan handshaking parsial ( penjelasan modem Null )
RS232 null modem dengan handshaking parsial
Konektor 1 Konektor 2 Fungsi
1 7 + 8 RTS 2 CTS 2 + CD 1
2 3 Rx Tx
3 2 Tx Rx
4 6 DTR DSR
5 5 Sinyal ground
6 4 DSR DTR
7 + 8 1 RTS 1 CTS 1 + CD 2
RS232 null modem dengan handshaking penuh ( penjelasan modem Null )
RS232 null modem dengan handshaking penuh
Konektor 1 Konektor 2 Fungsi
2 3 Rx Tx
3 2 Tx Rx
4 6 DTR DSR
5 5 Sinyal ground
6 4 DSR DTR
7 8 RTS CTS
8 7 CTS RTS

Friday, 28 November 2014

ADC(Analog To Digital Corveter)

KONVERTER
Alat bantu digital yang paling penting untuk teknologi kontrol proses adalah yang menerjemahkan informasi digital ke bentuk analog dan juga sebaliknya. Sebagian besar pengukuran variabel-variabel dinamik dilakukan oleh piranti ini yang menerjemahkan informasi mengenai vaiabel ke bentuk sinyal listrik analog. Untuk menghubungkan sinyal ini dengan sebuah komputer atau rangkaian logika digital, sangat perlu untuk terlebih dahulu melakukan konversi analog ke digital (A/D). Hal-hal mengenai konversi ini harus diketahui sehingga ada keunikan, hubungan khusus antara sinyal analog dan digital.
KONVERTER ADC
Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah input analog menjadi kode – kode digital. ADC banyak digunakan sebagai Pengatur proses industri, komunikasi digital dan rangkaian pengukuran/ pengujian. Umumnya ADC digunakan sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog dengan sistim komputer seperti sensor suhu, cahaya, tekanan/ berat, aliran dan sebagainya kemudian diukur dengan menggunakan sistim digital (komputer).
ADC (Analog to Digital Converter) memiliki 2 karakter prinsip, yaitu kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan sampling suatu ADC menyatakan seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan dalam sample per second (SPS).
Gambar 1. ADC dengan kecepatan sampling rendah dan kecepatan sampling tinggi
Resolusi ADC menentukan ketelitian nilai hasil konversi ADC. Sebagai contoh: ADC 8 bit akan memiliki output 8 bit data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 255 (2n – 1) nilai diskrit. ADC 12 bit memiliki 12 bit output data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 4096 nilai diskrit. Dari contoh diatas ADC 12 bit akan memberikan ketelitian nilai hasil konversi yang jauh lebih baik daripada ADC 8 bit.
Prinsip kerja ADC adalah mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk besaran yang merupakan rasio perbandingan sinyal input dan tegangan referensi. Sebagai contoh, bila tegangan referensi 5 volt, tegangan input 3 volt, rasio input terhadap referensi adalah 60%. Jadi, jika menggunakan ADC 8 bit dengan skala maksimum 255, akan didapatkan sinyal digital sebesar 60% x 255 = 153 (bentuk decimal) atau 10011001 (bentuk biner).
signal = (sample/max_value) * reference_voltage
=(153/255) * 5
=3 Volts
'LGLN +DUL\DQWR ² $QDORJ 7R 'LJLWDO &RQYHUWHU
KOMPARATOR
Bentuk komunikasi yang paling mendasar antara wujud digital dan analog adalah piranti (biasanya berupa IC) disebut komparator. Piranti ini, yang diperlihatkan secara skematik dalam Gambar 2, secara sederhana membandingkan dua tegangan pada kedua terminal inputnya. Bergantung pada tegangan mana yang lebih besar, outputnya akan berupa sinyal digital 1 (high) atau 0 (low). Komparator ini digunakan secara luas untuk sinyal alarm ke komputer atau sistem pemroses digital. Elemen ini juga merupakan satu bagian dengan konverter analog ke digital dan digital ke analog yang akan didiskusikan nanti.
Gambar 2. Sebuah komparator merubah keadaan logika output sesuai fungsi tegangan input analog
Sebuah komparator dapat tersusun dari sebuah opamp yang memberikan output terpotong untuk menghasilkan level yang diinginkan untuk kondisi logika (+5 dan 0 untuk TTL 1 dan 0). Komparator komersil didesain untuk memiliki level logika yang dperlukan pada bagian outputnya.
ADC SIMULTAN
ADC Simultan atau biasa disebut flash converter atau parallel converter. Input analog Vi yang akan diubah ke bentuk digital diberikan secara simultan pada sisi + pada komparator tersebut, dan input pada sisi – tergantung pada ukuran bit converter. Ketika Vi melebihi tegangan input – dari suatu komparator, maka output komparator adalah high, sebaliknya akan memberikan output low.
Gambar 3. ADC Simultan
'LGLN +DUL\DQWR ² $QDORJ 7R 'LJLWDO &RQYHUWHU
Bila Vref diset pada nilai 5 Volt, maka dari gambar 3 dapat didapatkan :
V(-) untuk C7 = Vref * (13/14) = 4,64
V(-) untuk C6 = Vref * (11/14) = 3,93
V(-) untuk C5 = Vref * (9/14) = 3,21
V(-) untuk C4 = Vref * (7/14) = 2,5
V(-) untuk C3 = Vref * (5/14) = 1,78
V(-) untuk C2 = Vref * (3/14) = 1,07
V(-) untuk C1 = Vref * (1/14) = 0,36
Misal :
Vin diberi sinyal analog 3 Volt, maka output dari C7=0, C6=0, C5=0, C4=1, C3=1, C2=1, C1=1, sehingga didapatkan output ADC yaitu 100 biner




Output Comparator




Output Translator
C7

C6

C5

C4

C3
C2

C1

22

21
20
0

0

0

0

0
0

0

0

0
0
0

0

0

0

0
0

1

0

0
1
0

0

0

0

0
1

1

0

1
0
0
0
0
0
1
1
1
0
1
1
0

0

0

1

1
1

1

1

0
0
0

0

1

1

1
1

1

1

0
1
0

1

1

1

1
1

1

1

1
0
1

1

1

1

1
1

1

1

1
1
COUNTER RAMP ADC
Ada beberapa konsep dasar dari ADC adalah dengan cara Counter Ramp ADC, Successive Aproximation ADC dan lain sebagainya.
Pada gambar 4, ditunjukkan blok diagram Counter Ramp ADC didalamnya tedapat DAC yang diberi masukan dari counter, masukan counter dari sumber Clock dimana sumber Clock dikontrol dengan cara meng AND kan dengan keluaran Comparator. Comparator membandingkan antara tegangan masukan analog dengan tegangan keluaran DAC, apabila tegangan masukan yang akan dikonversi belum sama dengan tegangan keluaran dari DAC maka keluaran comparator = 1 sehingga Clock dapat memberi masukan counter dan hitungan counter naik.
Gambar 4. Blok Diagram Counter Ramp ADC
'LGLN +DUL\DQWR ² $QDORJ 7R 'LJLWDO &RQYHUWHU
Misal akan dikonversi tegangan analog 2 volt, dengan mengasumsikan counter reset, sehingga keluaran pada DAC juga 0 volt. Apabila konversi dimulai maka counter akan naik dari 0000 ke 0001 karena mendapatkan pulsa masuk dari Clock oscillator dimana saat itu keluaran Comparator = 1, karena mendapatkan kombinasi biner dari counter 0001 maka tegangan keluaran DAC naik dan dibandingkan lagi dengan tegangan masukan demikian seterusnya nilai counter naik dan keluaran tegangan DAC juga naik hingga suatu saat tegangan masukan dan tegangan keluaran DAC sama yang mengakibatkan keluaran komparator = 0 dan Clock tidak dapat masuk. Nilai counter saat itulah yang merupakan hasil konversi dari analog yang dimasukkan.
Kelemahan dari counter tersebut adalah lama, karena harus melakukan trace mulai dari 0000 hingga mencapai tegangan yang sama sehingga butuh waktu.
SAR (SUCCESSIVE APROXIMATION REGISTER) ADC
Pada gambar 5 ditunjukkan diagram ADC jenis SAR, Yaitu dengan memakai konvigurasi yang hampir sama dengan counter ramp tetapi dalam melakukan trace dengan cara tracking dengan mengeluarkan kombinasi bit MSB = 1 ====> 1000 0000. Apabila belum sama (kurang dari tegangan analog input maka bit MSB berikutnya = 1 ===>1100 0000) dan apabila tegangan analog input ternyata lebih kecil dari tegangan yang dihasilkan DAC maka langkah berikutnya menurunkan kombinasi bit ====> 10100000.
Untuk mempermudah pengertian dari metode ini diberikan contoh seperti pada timing diagram gambar 6 Misal diberi tegangan analog input sebesar 6,84 volt dan tegangan referensi ADC 10 volt sehingga apabila keluaran tegangan sbb :
Jika D7 = 1 Vout=5 volt
Jika D6 = 1 Vout=2,5 volt
Jika D5 = 1 Vout=1,25 volt
Jika D4 = 1 Vout=0,625 volt
Jika D3 = 1 Vout=0,3125 volt
Jika D2 = 1 Vout=0,1625 volt
Jika D1 = 1 Vout=0,078125 volt
Jika D0 = 1 Vout=0,0390625 volt
Gambar 5. Blok Diagram SAR ADC
'LGLN +DUL\DQWR ² $QDORJ 7R 'LJLWDO &RQYHUWHU
Gambar 6. Timing diagram urutan Trace
Setelah diberikan sinyal start maka konversi dimulai dengan memberikan kombinasi 1000 0000 ternyata menghasilakan tegangan 5 volt dimana masih kurang dari tegangan input 6,84 volt, kombinasi berubah menjadi 1100 0000 sehingga Vout=7,5 volt dan ternyata lebih besar dari 6,84 sehingga kombinasi menjadi 1010 0000 tegangan Vout = 6,25 volt kombinasi naik lagi 1011 0000 demikian seterusnya hingga mencapai tegangan 6,8359 volt dan membutuhkan hanya 8 clock.
ADC DALAM BENTUK IC
Chip ADC yang banyak digunakan serta tersedia dipasar adalah jenis ADC 0804, ADC 0808 dan 0809 chip ini dibuat dengan technologi CMOS mempunyai kemampuan melakukan konversi sebanyak 8 buah chanel input analog secara multiplexing. Adapun data keluaran digital yang dihasilkan adalah 8 bit bersifat tristate output. Chip ini menawarkan beberapa keistimewaan antara lain high speed ( kecepatan tinggi ), konsumsi daya yang rendah. Karenanya chip ini banyak digunakan pada proses control peralatan mesin-mesin serta aplikasi automotif.
ADC 0804 merupakan salah satu Analog to Digital Converter yang banyak digunakan untuk menghasilkan data 8 bit. Adapun metode pengukur aras tegangan cuplikan dan mengubahnya ke dalam sandi biner menggunakan metode pengubahan dengan tipe pembanding langsung atau successive approximation.
IC ADC 0804 mempunyai dua input analog, Vin(+) dan Vin(-), sehingga dapat menerima input diferensial. Input analog sebenarnya (Vin) sama dengan selisih antara tegangan-tegangan yang dihubungkan dengan ke dua pin input yaitu Vin = Vin(+) – Vin(-). Kalau input analog berupa tegangan tunggal, tegangan ini harus dihubungkan dengan Vin(+), sedangkan Vin(-) di- groundkan. Untuk operasi normal, ADC 0804 menggunakan Vcc = +5 Volt sebagai tegangan referensi. Dalam hal ini jangkauan input analog mulai dari 0 Volt sampai 5 Volt (skala penuh), karena IC ini adalah SAC 8-bit, resolusinya akan sama dengan
(n menyatakan jumlah bit output biner IC analog to digital converter)
IC ADC 0804 memiliki generator clock internal yang harus diaktifkan dengan menghubungkan sebuah resistor eksternal (R) antara pin CLK R/CLK OUT dan CLK IN serta
'LGLN +DUL\DQWR ² $QDORJ 7R 'LJLWDO &RQYHUWHU
sebuah kapasitor eksternal (C) antara CLK IN dan ground digital. Frekuensi clock yang diperoleh sama dengan :
Untuk sinyal clock ini dapat juga digunakan sinyal eksternal yang dihubungkan ke pin CLK IN. ADC 0804 memiliki 8 output digital sehingga dapat langsung dihubungkan dengan saluran data mikrokomputer. Input Chip Select (aktif LOW) digunakan untuk mengaktifkan ADC 0804. Jika berlogika HIGH, ADC 0804 tidak aktif (disable) dan semua output berada dalam keadaan impedansi tinggi. Input Write atau Start Convertion digunakan untuk memulai proses konversi. Untuk itu harus diberi pulsa logika 0. Sedangkan output interrupt atau end of convertion menyatakan akhir konversi. Pada saat dimulai konversi, akan berubah ke logika 1. Di akhir konversi akan kembali ke logika 0.
ADC ini relatif cepat dan mempunyai ukuran kecil. Keuntungan tambahan adalah setiap cuplikan diubah dalam selang waktu yang sama tidak tergantung pada arus masukan dan secara keseluruhan ditentukan oleh frekuensi yang mengendalikan detak dan resolusi dari pengubah. Sebagai contoh, pengubah 8 bit digunakan untuk menentukan arus logika setiap bit secara berurutan mulai dari bit signifikan terbesar jika frekuensi detak 10 KHz, waktu pengubahan 8 x periode detak = 8 x 0,1 mdetik. Jika frekuensi detak dinaikkan menjadi 1 MHz, waktu pengubahan akan berkurang menjadi 8 udetik.
Kekurangan pengubahan jenis ini adalah mempunyai kekebalan rendah terhadap derau dan diperlukan adanya pengubah digital ke analog yang tepat dan pembanding dengan unjuk kerja yang tinggi,
Sebuah contoh diagram pin ADC 0804 adalah ditunjukkan pada gambar 7, IC ADC 0804 adalah sebuah CMOS 8bit dan IC ADC ini bekerja dibawah 100 us. Gambar 8 ditunjukkan sebuah pengetes rangkaian yang menggunakan IC ADC 0804 dimana input tegangan analog dimasukkan dengan mengatur potensio 10 Kohm yang dihubungkan dengan ground dan tegangan (+5 volt). Hasil dari ADC adalah 1/255 (28 - 1) dari skala penuh tegangan 5 Volt. Untuk setiap penambahan 0,02 volt (1/255 x 5 volt = 0,02 volt ). Jika input analog diberi 0,1 volt maka keluaran binernya = 0000 0101 ( 0,1 volt/0,02 volt = 5 maka binernya = 0000 0101 ).
Gambar 7. Pin ADC 0804 8bit
'LGLN +DUL\DQWR ² $QDORJ 7R 'LJLWDO &RQYHUWHU
Gambar 8. Rangkaian dengan IC ADC 0804
Rangkaian ADC melalui port paralel ini tampak pada Gambar 9. Hubungan ke data komputer melalui pin data yaitu D0-D7. Sinyal status yang digunakan ialah ERROR yang digunakan dengan pin 5 ADC yaitu INTR’. Dua sinyal control yaitu STROBE’ dan INIT’ digunakan untuk mengaktifkan ADC. Pin 9 sebagai Vref tidak dihubungkan.
Gambar 9. Rangkaian ADC 0804 terhubung ke port paralel
3URJUDP $'& PHODOXL SRUW SDUDOOHO $GFSDUDOHO SDV
FRQVW
F F F F V V V V
EDVH PHQJJXQDNDQ /37
YDU GDWD VWDW FWU HSSGDWD LQWHJHU
VDPSOH OF LQWHJHU EHJLQ
GDWD EDVH
VWDW EDVH
'LGLN +DUL\DQWR ² $QDORJ 7R 'LJLWDO &RQYHUWHU
FWU EDVH
IRU VDPSOH WR GR EHJLQ
SRUW>FWU @ LQLVLDOLVDVL« OF
ZKLOH SRUW>VWDW@ DEG V RU OF GR LQF OF
LI OF! WKHQ ZULWH µWLPH RXW HUURU SDGD KDUGZDUH¶ HOVH EHJLQ
SRUW FWUO HQDEOH DGF RXWSXW HSSGDWD SRUW>GDWD@
SRUW>FWUO@ GLVDEOH DGF RXWSXW ZULWH µ+DVLO NRQYHUVL LDODK ¶ HSSGDWD
HQG
HQG HQG
Pada program diatas, digunakan alamat standar port paralel atau yang lebih dikenal sebagai port printer yaitu 378H (dalam pascal ditulis sebagai $378). Program lalu menginisialisasi variabel untuk data, stat dan ctrl dengan nilai alamat masing masing. Program kemudian looping untuk mengambil data lalu ditampilkan hasilnya.
Contoh IC ADC 8 bit yang mampu menerima 8 input dan banyak digunakan ialah ADC 0808 meskipun lebih mahal dibandingkan ADC 0804 . ADC ini selain mampu diprogram untuk mulai konversi melalui pin SC (Start Conversion ), mampu juga berjalan dalam mode free running, artinya ia akan konversi terus menerus sinyal input yang masuk dengan cara menghubungkan pin EOC (End of Conversion) ke SC.
Gambar 10. IC ADC 0808
'LGLN +DUL\DQWR ² $QDORJ 7R 'LJLWDO &RQYHUWHU

Wednesday, 26 November 2014

apa itu IEE ....?

Sekarang saya coba mau membahas sedikit mengenai IEEE 802.11 sebelum melanjutkan Authentifikasi Tipe EAP, karena IEEE ini merupakan standar penerapan jaringan Wireless

Sekarang saya coba mau membahas sedikit mengenai IEEE 802.11 sebelum melanjutkan Authentifikasi Tipe EAP, karena IEEE ini merupakan standar penerapan jaringan Wireless.












Penjelasan :
IEEE 802.11 merupakan standart untuk penerapan jaringan wireless dengan band (Frekuensi) 2,4 3,6 dan 5 Ghz. Hal tersebut dibentuk dan di pantau oleh IEEE LAN/MAN Standart Committee (IEEE 802). Versi dasar dari IEEE 802-2007 telah memiliki perubahan dan modifikasi selanjutnya. Standar inilah yang menjadi dasar jaringan wireless dengan produk WIFI.

Sejarah Singkat :
Teknologi 802.11 ini berasal dari keputusan US Federal Communications Commission yang memutuskan ISM band untuk penggunaan tanpa izin pada tahun 1985. Pada tahun 1991 NCR Corporation / AT & T (Sekarang Alcatel Lucent & LSI corporation) menemukan prekursor 802.11 Nieuwegein, Belanda. Hal tersebut awalnya ditujukan untuk penggunaan sistem kasir, produk wireless pertama dibawa ke masyarakat dibawah nama WaveLAN dengan kecepatan data 1 Mbit/s dan 2 Mbit/s. Vic hayes disebut sebagai ayah dari WiFi yang karena dedikasi nya pada IEEE 802.11 selama 10 Tahun dan terlibat langsung dalam perancangan sistem 802.11b dan 802.11a yang merupakan standar awal dalam IEEE. Pada tahun 1999, Wi-Fi Alliance dibentuk sebagai asosiasi perdagangan untuk memegang merk dagang Wi-Fi dimana produk tersebut paling banyak terjual.

Protocol IEEE :
- 802.11-1997 (IEEE Awal)
Versi Asli dari IEEE 802.11 dirilis pada tahun 1997 dan dijelaskan pada tahun 1999. tetapi hal ini sudah usang. Dengan sistem perhitungan 2 bit rate dikurangi 1 atau 2 megabit per detik (Mbit/s), ditambah kode koreksi kesalahan didepannya.

- 802.11a tahun 1999
Standar 802.11a menggunakan data protokol berlapis (layer) yang sama dengan format frame sebagai standar asli, tetapi OFDM berbasis Air Interface (Physical Layer). Standar ini beroperasi pada band 5 Ghz dengan kecepatan data maksimumnya 54 Mbit/s, ditambah dengan kode koreksi kesalahan yang dapat menghasilkan troughput yang realistis pada pertengahan 20 Mbit/s. Karena band 2,4 Ghz telah banyak digunakan, penggunaan band 5 Ghz jadi tidak terpakai yang banyak memberikan keuntungan pada protokol 802.11a. Namun transmisi tinggi pun memberikan kerugian dikarenakan efektifitas dari 802.11a lebih rendah daripada 802.11b/g. Secara teori, sinyal 802.11a lebih mudah diserap oleh dinding atau benda padat lainnya. hal itu terjadi karena panjang gelombang yang lebih kecil pada hasilnya tidak dapat menembus sejauh sinyal 802.11b. Dalam prakteknya sinyal 802.11b memiliki jangkauan yang lebih tinggi pada kecepatan rendah (802.11b akan mengurangi kecepatan sampai 5 Mbit/s atau bahkan 1 Mbit/s pada transmisi rendah) . 802.11a sering sekali mengalami interferensi walaupun hanya sedikit sinyal yang dapat menghambatnya, sehingga sinyal 802.11a memiliki interferensi yang rendah dan troughput yang lebih baik.

- 802.11b tahun 1999
802.11b memiliki maksimum data rate 11 Mbit/s dan menggunakan metode akses yang sama dengan dengan standar aslinya. Produk 802.11b muncul di pasar pada awal tahun 2000, karena 802.11b merupakan perpanjangan langsung dari teknik modulasi dari standar asli. Peningkatan Troughput yang tinggi 802.11b (dibandingkan dengan standar aslinya) bersamaan dengan penurunan harga yang substansial menyebabkan penerimaan yang cepat 802.11b sebagai teknologi wireless yang definitif. Permasalahan interferensi pada perangkat ini disebabkan oleh dari perangkat lainnya yang memiliki band yang sama, seperti microwave oven, Perangkat Bluetooth, dan telepon tanpa kabel.

- 802.11g tahun 2003
Pada bulan Juni 2003, modulasi dari ketiga tipe standar sebelumnya diratifkasi sehingga menghasilkan 802.11g. Sistem ini bekerja pada band 2,4 Ghz (band yang sama dengan 802.11b), tetapi menggunakan skema OFDM yang sama dengan 802.11a . Yang beroperasi pada tingkatan lapisan (layer) 54 Mbit/s dengan koreksi keselahan kedepan yang ekslusif atau rata - rata troughput sekitar 22 Mbit/s. Hardware 802.11g sepenuhnya kompatibel dengan hardware 802.11b dan tetap memiliki masalah kurangnya troughput bila dibandingkan dengan 802.11a sebesar 21%. Standar 802.11g yang diusulkan langsung cepat di adopsi oleh konsumen mulai Januari 2003, bahkan sebelum diratifikasi karena kebutuhan kecepatan data yang lebih tinggi serta pengurangan biaya produksi. Pada tahun tersebut juga, sebagian produk menjual produk dual band 802.11a/b menjadi dualband/tri mode, yang support a, b dan g dalam satu mobile adapter. teknis pembuatan b dan g bekerja sama guna menyempurnakan mekanisme transmisinya, dan juga mengurangi penggunaan sinyal 802.11g secara keseluruhan. Seperti 802.11b, sinyal 802.11g juga menjadi masalah terhadap perangkat yang menggunakan band yang sama.

- 802.11 tahun 2007
Pada tahun 2003, kelompok TGma diberi wewenang untuk mengubah standar 802.11 ke versi 1999. REVma atau 802.11ma, kelompok tersebut menghasilkan satu dokumen yang tergabung dalam 8 amandemen (802.11a, b, d, e, g, h, i, j) dengan standar dasar. Setelah disetujui pada tanggal 8 Maret 2007, 802.11REVma diubah namanya menjadi standar dengan Base Standart 802.11-2007.

- 802.11n tahun 2009
802.11n merupakan pengembangan dari versi 802.11 sebelumnya, dengan menambahkan teknologi multiple-input multiple-output (MiMo). 802.11n beroperasi pada band antara 2,4 ghz dan lebih rendah dari 5 Ghz. IEEE telah menyetujui amandemen tersebut dan diterbitkan pada tanggal Oktober 2009. Sebelum ratifikasi dirampungkan, perusahaan - perusahaan sudah mulai migrasi ke jaringan 802.11n berdasarkan sertifikasi Wi-Fi Alliance's sesuai dengan draft 2007 proposal 802.11n.

- 802.11ac
IEEE 802.11ac adalah standar yang dikembangkan yang memberikan troughput yang tinggi pada band 5 Ghz. Spesifikasi ini memungkinkan wireless multistation dengan troughput minimal 1 Gbit/s dan troughput link minimum 500 Mbit/s, dengan menggunakan RF bandwith yang lebih luas, Up Stream (Up To 8) dan High- Density Modulation (Up To 256 QAM)




USB

universal Serial Bus (USB) adalah standar bus serial untuk perangkat penghubung, biasanya kepada komputer namun juga digunakan di peralatan lainnya seperti konsol permainan, ponsel dan PDA.
Sistem USB mempunyai desain yang asimetris, yang terdiri dari pengontrol host dan beberapa peralatan terhubung yang berbentukpohon dengan menggunakan peralatan hub yang khusus.
Desain USB ditujukan untuk menghilangkan perlunya penambahan expansion card ke ISA komputer atau bus PCI, dan memperbaiki kemampuan plug-and-play (pasang-dan-mainkan) dengan memperbolehkan peralatan-peralatan ditukar atau ditambah ke sistem tanpa perlu mereboot komputer. Ketika USB dipasang, ia langsung dikenal sistem komputer dan memroses device driver yang diperlukan untuk menjalankannya.
USB dapat menghubungkan peralatan tambahan komputer seperti mousekeyboardpemindai gambar, kamera digitalprinterhard disk, dan komponen networking. USB kini telah menjadi standar bagi peralatan multimedia seperti pemindai gambar dan kamera digital.

Sejarah versi[sunting | sunting sumber]

Standard USB telah berevolusi kebeberapa versi:

Pre-rilis[sunting | sunting sumber]

  • USB 0.7: dirilis November 1994.
  • USB 0.8: dirilis December 1994.
  • USB 0.9: dirilis April 1995.
  • USB 0.99: dirilis August 1995.
  • USB 1.0 Release Candidate: dirilis November 1995.

USB versi 1[sunting | sunting sumber]

USB versi 1 dirilis Januari 1996.

USB versi 2[sunting | sunting sumber]


USB versi 2.0 dirilis April 2000. Perbedaan paling mencolok dengan versi sebelumnya, yaitu pada versi 2.0 adalah kecepatan transfer yang jauh meningkat. Kecepatan transfer data USB dibagi menjadi tiga, antara lain:
  • Super speed data dengan frekuensi clock 4,800.00Mb/s
  • High speed data dengan frekuensi clock 480.00Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ± 500ppm.
  • Full speed data dengan frekuensi clock 12.000Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ±0.25% atau 2,500ppm.
  • Low speed data dengan frekuensi clock 1.50Mb/s dan tolerasi pensinyalan data pada ±1.5% atau 15,000ppm.

USB versi 3[sunting | sunting sumber]




USB versi 3.0 dirilis November 2008. Beberapa perubahan telah diimplementasikan di USB 3.0 seiring dengan peningkatan penggunaan perangkat eksternal dan kebutuhan kecepatan lebih tinggi. Kecepatan transfer data USB 3.0 sekitar 3.2 Gbps (400 MB/s), dan secara teori dapat mencapat 4.8 Gbps. Kecepatan ini 6 sampai 10x lebih cepat dari maksimal kecepatan USB 2.0. USB 3.0 mengenalkan teknologi transfer data dua arah (full duplex), sehingga dapat membaca dan menulis data secara bersamaan (simultan). USB 2.0 dan sebelumnya belum mendukung teknologi bi-directional ini. Tegangan listrik diturunkan dari 4.4V menjadi 4V, kemudian arus juga ditingkatkan (menjadi 150mA), sehingga selain lebih hemat energi, sebuah port USB 3.0 dapat digunakan 4-6 perangkat. Power managemen lebih baik dibanding USB 2.0, sehingga mendukung idle, sleep dan suspend. Ujung USB 3.0 akan sama dengan USB 2.0 (standard), tetapi kabel didalamnya akan lebih banyak, ada tambahan 4 jalur kabel dibanding USB 2.0 (total ada 9 jalur kabel).

Protokol USB[sunting | sunting sumber]

Persinyalan USB[sunting | sunting sumber]

USB adalah host-centric bus di mana host/terminal induk memulai semua transaksi. Paket pertama/penanda (token) awal dihasilkan oleh host untuk menjelaskan apakah paket yang mengikutinya akan dibaca atau ditulis dan apa tujuan dari perangkat dan titik akhir. Paket berikutnya adalah data paket yang diikuti olehhandshaking packet yang melaporkan apakah data atau penanda sudah diterima dengan baik atau pun titik akhir gagal menerima data dengan baik.
Setiap proses transaksi pada USB terdiri atas:
  • Paket token/sinyal penanda (Header yang menjelaskan data yang mengikutinya)
  • Pilihan paket data (termasuk tingkat muatan) dan
  • Status paket (untuk acknowledge/pemberitahuan hasil transaksi dan untuk koreksi kesalahan)
Nomor kaki (dilihat pada soket):
USB TypeAB Connector Pinout.svg
Penetapan kaki[1]
KakiFungsi
1VBUS (4.75–5.25 V)
2D−
3D+
4GND
ShellShield

Paket data umum USB[sunting | sunting sumber]

Data di bus USB disalurkan dengan cara mendahulukan Least Significant Bit(LSB). Paket-paket USB terdiri dari data-data berikut ini:
  • Sync
Semua paket harus diawali dengan data sync. Sync adalah data 8 bit untuk low dan full speed atau data 32 bit untuk high speed yang digunakan untuk mensinkronkan clock dari penerima dengan pemancar. Dua bit terakhir mengindikasikan dimana data PID dimulai.
  • PID (Packet Identity/Identitas paket)
Adalah field untuk menandakan tipe dari paket yang sedang dikirim. Tabel dibawah ini menunjukkan nilai-nilai PID:
GroupNilai PIDIdentitas Paket
Token0001OUT Token
Token1001IN Token
Token0101SOF Token
Token1101SETUP Token
Data0011DATA0
Data1011DATA1
Data0111DATA2
Data1111MDATA
Handshake0010ACK Handshake
Handshake1010NAK Handshake
Handshake1110STALL Handshake
Handshake0110NYET (No Response Yet)
Special1100PREamble
Special1100ERR
Special1000Split
Special0100Ping
Ada 4 bit PID data, supaya yakin diterima dengan benar, 4 bit di komplementasikan dan diulang, menjadikan 8 bit data PID. Hasil dari pengaturan tersebut adalah sebagai berikut.
PID0PID1PID2PID3nPID0nPID1nPID2nPID3
  • ADDR (address)
Bagian alamat dari peralatan dimana paket digunakan. Dengan lebar 7 bit, 127 peralatan dapat disambungkan. Alamat 0 tidak sah, peralatan yang belum terdaftar harus merespon paket yang dikirim ke alamat 0.
  • ENDP (End point)
Titik akhir dari field yang terdiri dari 4 bit, menjadikan 16 kemungkinan titik akhir. Low speed devices, hanya dapat mempunyai 2 tambahan end point pada puncak dari pipe default. (maksimal 4 endpoints)
  • CRC
Cyclic Redundancy Check dijalankan pada data di dalam paket yang dikirim. Semua penanda (token) paket mempunyai sebuah 5 bit CRC ketika paket data mempunyai sebuah 16 bit CRC.
  • EOP (End of packet)
Akhir dari paket yang disinyalkan dengan satu angka akhir 0 (Single Ended Zero/SEO) untuk kira-kira 2 kali bit diikuti oleh sebuah J 1 kali.
Data yang dikirim dalam bus USB adalah salah satu dari 4 bentuk, yaitu control, interrupt, bulk, atau isochronous.

Perancangan peralatan yang menggunakan USB[sunting | sunting sumber]

Untuk membuat suatu peralatan yang dapat berkomunikasi dengan protokol USB tidak perlu harus mengetahui secara rinci protokol USB. Bahkan kadang tidak perlu pengetahuan tentang USB protokol sama sekali. Pengetahuan tentang USB protokol hanya diperlukan untuk mengetahui spesifikasi yang dibutuhkan untuk alat kita. Pada kenyataannya untuk mengimplemetasikan USB protokol di FPGA ataupun perangkat bantu lain sangat tidak efisien dan banyak waktu terbuang untuk merancangnya. Menggunakan kontroler USB sangat lebih dianjurkan dalam membuat alat yang dapat berkomunikasi melalui protokol ini. Kontroler USB mempunyai banyak macam bentuk, dari microcontroller berbasis 8051 yang mempunyai input output USB secara langsung sampai pengubah protocol dari serial seperti I2C bus ke USB.
USB controller biasanya dijual dengan disertai berbagai fasilitas yang mempermudah pengembangan alat, diantaranya manual yang lengkap, driver untuk windows XP, contoh code aplikasi untuk mengakses USB, contoh code untuk USB controller, dan skema rangkaian elektronikanya.
Dalam sisi pengembangan software aplikasi dalam personal computer, komunikasi antar hardware di dalam perangkat keras USB tidak terlalu diperhatikan karena Windows ataupun sistem operasi lain yang akan mengurusnya. Pengembang perangkat lunak hanya memberikan data yang akan dikirim ke alat USB di buffer penyimpan dan membaca data dari alat USB dari buffer pembaca. Untuk driver pun kadang-kadang Windows sudah menyediakannya, kecuali untuk peralatan yang mempunyai spesifikasi khusus kita harus membuatnya sendiri.